Pensiun dan Pemutusan Hubungan Kerja

May 3, 2011 at 9:00 am Leave a comment

Tujuan dari rencana pensiun (pension plan) adalah memberi manfaat pensiun bagi karyawan.

Selama bertahun-tahun, para pemberi kerja berusaha menyediakan kebutuhan terkait pensiun dan pemutusan hubungan kerja karyawan.  Beberapa perusahaan kemudian menyediakan manfaat pensiun dengan melakukan pembayaran berkala kepada agen pendanaan di luar perusahaan yang bertanggung jawab menginvestasikan dana pensiun yang ada dan membuat pembayaran berkala kepada para penerima manfaat pensiun.

.

JENIS RENCANA PENSIUN

Ada dua jenis rencana pensiun (pension plan) yang paling sering digunakan oleh pemberi kerja, yakni  :

Defined Contribution (Rencana kontribusi pasti)
Rencana Kontribusi Pasti menentukan jumlah tetap yang harus dibayar oleh pemberi kerja pada setiap periode.  Namun jenis rencana ini tidak memuat perjanjian terkait manfaat keseluruhan yang akan dibayarkan.  Manfaat pensiun yang diterima ditentukan berdasarkan hasil yang diterima dari investasi dana pensiun selama periode investasi.

Akuntansi untuk Rencana Kontribusi Pasti relatif lebih mudah dipahami karena risiko masa mendatang ditanggung oleh pekerja.  Pengeluaran kas yang dilakukan oleh pemberi kerja hanya menyangkut pembayaran tahunan kepada dana pensiun, laporan laba rugi yang mengungkapkan keberadaan pension plan, kelompok kerja yang tercakup, dasar penentuan kontribusi pada dana pensiun, dan permasalahan penting lainnya yang dapat mempengaruhi daya banding laporan keuangan dari periode ke periode.

Defined Benefit (Rencana manfaat pasti)
Rencana Manfaat Pasti menentukan jumlah manfaat pensiun yang akan dibayarkan kepada penerima di masa mendatang yang telah ditetapkan dalam perjanjian.  Perusahaan yang menggunakan Rencana Manfaat Pasti harus memberikan pendanaan yang cukup kepada agen dana pensiun dalam rangka memenuhi kebutuhan pembayaran manfaat pensiun yang akan dibayar kelak.  Meskipun tidak ada jumlah tertentu yang disyaratkan untuk didanai setiap periodenya, The Employee Retirement Security Act (ERISA) telah menentukan batas minimum pendanaan yang dibutuhkan untuk rencana pensiun tersebut.

Akuntansi untuk Rencana Manfaat Pasti tampak jauh lebih rumit.  Dalam rencana pensiun jenis ini, manfaat pensiun yang akan diterima di masa yang akan datang dipengaruhi oleh sejumlah variabel yang tidak pasti seperti perputaran, tingkat kematian, masa kerja pegawai, tingkat kompensasi, dan laba yang dicadangkan dalam aktiva dana pensiun.  Risiko dalam rencana pensiun ini dibebankan kepada pemberi kerja karena mereka harus memberikan kontribusi yang cukup besar untuk memenuhi manfaat pensiun yang telah dijanjikan.  Akibatnya jumlah beban periode atas manfaat pensiun yang dikeluarkan tidak akan sama dengan kontribusi yang dibayarkan pemberi kerja untuk rencana pensiun tersebut.

.

JASA AKTUARIA

Beberapa perusahaan yang menggunakan Rencana Manfaat Pasti menggunakan jasa aktuaris untuk membantu menentukan jumlah kontribusi berkala yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pemberian dana pensiun di masa datang.  Aktuaria bertugas mempertimbangkan manfaat masa mendatang yang dijanjikan, karakteristik dari kelompok pekerja (usia dan gender), serta asumsi mengenai beberapa variabel lainnya (perputaran pegawai, tingkat gaji di masa mendatang, dan tingkat keuntungan yang akan diterima di masa mendatang).  Pemberi kerja pun kemudian menentukan pola atau metode pendanaan yang dibutuhkan untuk memenuhi kewajiban di masa mendatang.

.

METODE PENDANAAN

Ada 2 metode pendanaan aktuarial (actuarial funding methods) dalam Rencana Manfaat Pasti, yakni  :

Cost Approach (Pendekatan biaya)
Pendekatan ini mengestimasikan total manfaat pensiun yang akan dibayarkan di masa mendatang dengan menentukan pembayaran tahunan dalam satuan jumlah tetap yang akan dibayarkan berkala guna mendanai manfaat pensiun yang telah dijanjikan.  Atas pembayaran tahunan yang dibutuhkan, akan dilakukan penyesuaian jumlah bunga yang diasumsikan didapat dari dana yang dikontribusikan pada rencana pensiun.

Benefit Approach (Pendekatan manfaat)
Pendekatan ini menentukan jumlah dari manfaat pensiun yang diperoleh berdasarkan masa kerja pegawai dengan mengestimasikan present value dari manfaat tersebut.  Dua metode pendekatan manfaat yang dapat digunakan adalah  :

a.  Accumulated Benefits Approach (Pendekatan akumulasi manfaat)
Biaya tahunan dan kewajiban pensiun didasarkan pada tingkat gaji.  Kewajiban manfaat pensiun dalam pendekatan ini disebut dengan “obligasi akumulasi manfaat”.

b.  Benefits or years of Service Approach (Pendekatan manfaat atau tahun masa kerja atau Metode Proyeksi Unit Kredit)
Biaya dan kewajiban pensiun didasarkan pada estimasi pembayaran akhir pada saat pensiun pegawai tiba.  Kewajiban yang dihitung berdasarkan pendekatan ini disebut sebagai “obligasi proyeksi manfaat“.  (blog.kampuskeuangan)

Entry filed under: accounting theory. Tags: , , , .

Road to Aceh : Simposium Nasional Akuntansi (SNA) XIV The “Art” of Risk Audit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


The Shining Moon

Categories

Quotes of The Day

Visitors

  • 124,489 People

%d bloggers like this: