Executive Support System (ESS)

May 4, 2011 at 2:52 am Leave a comment


Area-area bisnis perusahaan menggunakan basis data yang diproduksi oleh sistem pemrosesan transaksi beserta data dari sumber lain.  Istilah “sistem pemrosesan transaksi” digunakan untuk menjelaskan sistem informasi yang mengumpulkan data yang menguraikan aktivitas perusahaan, mengubah data menjadi informasi, dan menyediakan informasi tersebut bagi para pengguna yang terdapat di dalam maupun di luar perusahaan.

Salah satu contoh dari sistem pemrosesan transaksi adalah sistem yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan distribusi, baik produk atau jasa, kepada para pelanggannya.  Sistem seperti ini disebut dengan distribution system.

Distribution System
Data flow diagram
(DFD) digunakan untuk mendokumentasikan sistem distribusi dengan cara yang hierarkis.  Diagram ini disebut diagram konteks karena ia menyajikan sistem dalam konteks lingkungannya.  Unsur-unsur lingkungan dari sistem distribusi meliputi pelanggan, pemasok, ruang persediaan bahan baku, dan manajemen.

Seluruh sistem ditujukan oleh kotak yang diberi label “sistem distribusi” yang berada di tengah.  Unsur-unsur lingkungan yang berinteraksi dengan sistem ditunjukkan oleh kotak-kotak dan dihubungkan ke sistem oleh panah-panah yang disebut “arus data”.  Semua arus data terdiri atas sumber-sumber daya maya (virtual), meskipun ada juga yang merupakan arus sumber daya fisik seperti “persediaan barang”.

.

.

Executife Information System

Semua sistem informasi dalam area bisnis merupakan contoh dari organizational information systems. Semua sistem informasi tersebut dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan akan informasi yang berhubungan dengan bagian-bagian tertentu dari organisasi.  Sistem-sistem informasi untuk bisnis meliputi empat area bisnis utama perusahaan (pemasaran, sumber daya manusia, manufaktur, dan keuangan) dan satu tingkat untuk eksekutif organisasi.

Executive  information system (EIS) telah diimplementasikan di banyak perusahaan.  Sistem ini ditujukan untuk tingkat organisasi daripada area bisnis.  EIS digunakan oleh para manajer di tingkat organisasi yang lebih tinggi untuk mengambil keputusan dan memecahkan masalah.

EIS perusahaan biasanya terdiri atas stasiun-stasiun kerja eksekutif yang terhubung melalui jaringan ke komputer pusat.  Konfigurasi stasiun kerja terdiri atas sebuah komputer pribadi dengan unit penyimpanan sekunder yang menyimpan basis data eksekutif.  Basis data ini memuat data dan informasi yang telah diproses sebelumnya oleh komputer pusat perusahaan.

Eksekutif akan memasukkan permintaan informasi untuk mengeluarkan tampilan informasi format awal atau untuk menjalankan pemrosesan dalam jumlah minimum.  Laporan format awal ini bertindak sebagai “dashboard” bagi eksekutif untuk memonitor faktor-faktor penting penentu keberhasilan organisasi.

Model EIS juga menunjukkan komposisi komputer pusat yang berhubungan dengan EIS.  Data dan informasi dapat dimasukkan ke dalam basis data korporat dari sumber-sumber eksternal, dan berita-berita serta penjelasan akan peristiwa-peristiwa terbaru akan dapat dimasukkan oleh anggota staf dengan mempergunakan stasiun kerja masing-masing.  Selain basis data korporat, EIS meliputi kotak surat elektronik para eksekutif dan koleksi peranti lunak yang menghasilkan informasi eksekutif.

Meskipun sudah menjadi pendapat umum bahwa para eksekutif lebih menyukai ringkasan informasi, namun masih terdapat beberapa pengecualian.  Beberapa eksekutif lebih menyukai detil.  Para perancang EIS membuat sistem secara fleksibel sehingga ia akan dapat memenuhi keinginan semua eksekutif, apa pun itu.

Salah satu pendekatan adalah dengan memberikan kemampuan drill-down (perincian).  Dengan pendekatan ini, eksekutif dapat mengeluarkan tampilan ringkasan dan kemudian secara berurutan menampilkan detil dari tingkat yang lebih rendah.  Drill-down ini akan terus dilakukan sampai eksekutif merasa puas bahwa mereka telah mendapatkan jumlah detil sesuai dengan kebutuhan.  (blog.kampuskeuangan)

.

Sumber  :::

McLeod Jr., Raymond.  Management Information Systems. 2009.  Jakarta  :  Salemba Empat.

Sumber Gambar  :::

Entry filed under: management information system. Tags: .

The “Art” of Risk Audit RBV, Sebuah Pendekatan Audit Internal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


The Shining Moon

Categories

Quotes of The Day

Visitors

  • 124,489 People

%d bloggers like this: