Accounting for Multiple Entities

May 5, 2011 at 7:41 am 1 comment

Sejak lahirnya organisasi berbentuk perseroan, perusahaan bisnis telah mengetahui manfaat penggabungan operasi usaha untuk mencapai skala ekonomi tertentu.  Ada banyak istilah yang dapat digunakan untuk menggambarkan sebuah peristiwa akuisisi.  Banyaknya istilah yang digunakan dalam penggabungan usaha ini membuat pencatatan akuntansi untuk akuisisi menjadi rumit dan penuh kontroversi.  Setidaknya ada 3 (tiga) isu utama terkait penggabungan usaha (multiple entities) dalam praktik akuntansi, yakni  :
1.  Akuisisi sebuah perusahaan oleh perusahaan yang lain (business combinations)
2.  Pelaporan hubungan induk dan anak perusahaan (consolidations and segment reporting)
3.  Translasi mata uang asing untuk anak perusahaan internasional (foreign currency translation).

.

BUSINESS COMBINATION

Sejak akhir tahun 1800-an, fenomena penggabungan dua atau lebih organisasi bisnis yang sebelumnya terpisah menjadi sebuah entitas tunggal telah mulai muncul.  Fenomena ini dikelompokkan oleh Wyatt dalam 3 (tiga) kategori, yakni  :

Wyatt’s Classification

Classical Era (1890-1904)
Kombinasi ini biasanya dicapai ketika perusahaan induk melakukan integrasi vertikal atas seluruh operasi perusahaan, mulai dari akuisisi bahan mentah hingga penjualan produk.

Second Wave (akhir PD I-akhir 1920an)
Kombinasi ini biasanya merupakan akuisisi sedikit demi sedikit yang bertujuan untuk memperluas operasi perusahaan induk.

Third Era (akhir PD II-1960an)
Kombinasi ini juga merupakan akuisisi sedikit demi sedikit yang dirancang untuk memperkuat posisi kompetitif, mendiversifikasi ke dalam area baru, atau bertahan terhadap perubahan teknologi.

.

Why do business combine?

Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa sebuah organisasi bisnis mempertimbangkan untuk melakukan penggabungan usaha  :
1.  Tax Consequences, perusahaan yang melakukan pembelian dapat memperoleh keuntungan atau kerugian operasi sebagai akibat dari mengakuisisi perusahaan.
2.  Growth and Diversivication, perusahaan yang melakukan pembelian mungkin berharap memperoleh produk baru atau memasuki pasar baru.
3.  Financial Considerations, dasar aktiva yang lebih besar dapat memudahkan perusahaan memperoleh dana tambahan dari pasar modal.
4.  Competitive Pressure, skala ekonomi dapat meredakan situasi persaingan pasar yang tinggi.
5.  Profit and Retirement, penjual mungkin termotivasi oleh laba yang tinggi atau keinginan untuk mundur.

.

Two Methods of Acquisition
Dalam akuntansi untuk kombinasi bisnis, pelaporan wajar atas hasil kejadian ekonomi untuk perusahaan tertentu merupakan inti dari proses akuntansi.  Sehingga pelaporan keuangan atas kombinasi bisnis seharusnya tidak memihak kepentingan kelompok mana pun (baik perusahaan induk maupun anak perusahaan) dan harus didasarkan pada substansi pokok kejadian ekonomi.

Ada 2 (dua) metode untuk mendapatkan hak milik mayoritas pada perusahaan lain (two methods of acquisition) yakni  :
1.  Cash, perusahaan yang mengakuisisi dengan membeli saham perusahaan lain dengan kas.
2.  Exchange of Stock, perusahaan yang mengakuisisi dengan menukarkan sahamnya dengan saham perusahaan yang akan diakuisisi.

.

Accounting for Business Combination
Sesuai dengan GAAP, ada 2 (dua) metode akuntansi untuk kombinasi bisnis yang diperbolehkan yakni  :

1.  Purchase Method
Nilai aktiva dan kewajiban milik perusahaan yang diakusisi dicatat sesuai dengan nilai pasarnya yaitu nilai pasar wajar (fair market value) pada neraca perusahaan gabungan.  Setiap kelebihan antara aktiva bersih yang diterima dan dibayarkan tunai dicatat sebagai goodwill.  Secara logis, metode pembelian lebih sesuai untuk penggabungan usaha yang timbul dari transaksi kas mengingat hanya pemegang saham perusahaan induk yang masih ada meskipun mungkin ada dua entitas legal yang terpisah.

2.  Pooling of Interest
Penggabungan usaha tidak dicatat sebagai akuisisi tetapi lebih sebagai perpaduan dari dua atau lebih entitas yang sebelumnya terpisah.  Nilai aktiva dan kewajiban yang tercatat dari perusahaan yang diakuisisi ditambahkan bersama-sama pada neraca perusahaan gabungan (book value) dan goodwill tidak dicatat.  Metode penyatuan kepemilikan mungkin sesuai ketika saham berhak suara dipertukarkan, maka seluruh pemilik sahamnya masih ada dan perusahaan telah bersatu untuk menangani operasi usaha yang sebelumnya terpisah.

 

Pada tahun 1970, dalam APB Opinion Nomor 16 “Business Combination” ditemukan kebaikan dalam kedua metode di atas.  Dewan tidak mengusulkan salah satu metode untuk digunakan dan melarang metode lainnya.  APB mencatat bahwa kedua metode di atas bukan alternatif untuk transaksi yang sama dan menerbitkan secara spesifik kriteria untuk menentukan apakah kombinasi harus dicatat sebagai pembelian atau penyatuan kepemilikan.  Seluruh transaksi yang melibatkan pertukaran kas dicatat sebagai pembelian sedangkan pertukaran saham dilaporkan sebagai penyatuan kepemilikan.  Jika salah satu kriteria dilanggar maka kombinasi tersebut harus dicatat sebagai pembelian.

Kriteria diklasifikasikan sebagai berikut  :
1.  Atribut dari menggabungkan perusahaan,
2.  Cara menggabungkan kepentingan,
3.  Adanya transaksi yang direncanakan.

.

Criticisms of Pooling of Interest Method
Kemudian muncul para pengkritik metode penyatuan kepemilikan yang berpendapat bahwa kombinasi bisnis yang dilaporkan berdasarkan metode ini pada intinya sama dengan yang dilaporkan menurut metode pembelian.  Namun laporan keuangan penyatuan, secara substansial berbeda dengan yang dihasilkan dari metode pembelian karena mengabaikan perubahan nilai dalam kombinasi bisnis.  Akibatnya adalah sebagai berikut  :
1.  Investments is not disclosed
2.  Assets undervalued
3.  Income overstated in subsequent years.
Hal ini menghambat investor untuk menaksir tingkat pengembalian terhadap investasi, menyulitkan perbandingan kinerja entitas penyatuan dengan perusahaan sebelumnya, dan memperburuk perbandingan kondisi keuangan antarperusahaan.  Hasil akhirnya, metode ini menjadi gangguan efisiensi alokasi sumber daya dalam pasar modal.

FASB pada tahun 2000 menghapus Pooling of Interest Method untuk seluruh kombinasi bisnis yang terjadi setelah tanggal 1 Januari 2011.

Perbedaan pendapat kemudian kembali bermunculan.  Para pendukung metode penyatuan kepemilikan berpendapat bahwa keputusan FASB ini akan memiliki efek negatif terhadap kemampuan perusahaan untuk terlibat dalam merger di masa mendatang.  Selain itu, jika peraturan itu tetap ditetapkan maka akan ada banyak merger yang terjadi setelah tahun 1990an yang tidak akan terwujud.

Pada tanggal 3 Oktober 2000, Christopher Cox (Anggota Majelis R, California) dan Calvin Dooley (Anggota Majelis D, California) mengajukan RUU yang akan menunda penyelesaian proyek pada kombinasi bisnis.  Ketua FASB, Edmund Jenkins, mengkritik campur tangan legislatif dalam melakukan tugasnya.  Selanjutnya 5 (lima) anggota Kongres, dimana 4 (empat) diantaranya adalah CPA, menerbitkan surat Dear Colleague melawan RUU tersebut.  FASB kemudian meninjau ulang dan awal tahun 2001, Dewan kembali menegaskan keputusannya untuk menghapus Pooling of Interest Method dengan menerbitkan SFAS Nomor 141 tentang Business Combinations.

 .

The Fresh Start Method
Batu sandungan terhdap usaha FASB untuk menghapuskan metode penyatuan kepemilikan adalah gagasan bahwa tidak ada satu entitas penggabung pun yang berlanjut.  Sebagai gantinya, muncul sebuah entitas gabungan baru yang secara substansial berbeda dari perusahaan pendahulunya.  Pada dokumen posisi tahun 1998, FASB menentukan bahwa baik metode pembelian maupun penyatuan kepemilikan tidak ada yang tepat untuk jenis kombinasi bisnis ini.

FASB kemudian mengajukan metode baru yang disebut Fresh Start.  Menurut metode ini, seluruh aktiva perusahaan yang digabungkan akan dinilai kembali.  Laporan keuangan yang dihasilkan akan menggambarkan aktiva bersih dan kinerja seolah-olah perusahaan merupakan entitas bisnis yang baru dibentuk.  Penilaian aktiva semacam ini sama dengan metode pembelian, hanya saja penilaian kembali aktiva dilakukan untuk semua pihak yang bergabung dan bukan hanya terhadap entitas yang diakuisisi saja.

 

Entry filed under: accounting theory. Tags: .

Strategi Pengelolaan Utang Negara Pemeriksaan Kinerja

1 Comment Add your own

  • 1. Seniorika_7b  |  May 5, 2011 at 2:02 pm

    Translasi mata uang asing-nya mana Jeng ??

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


The Shining Moon

Categories

Quotes of The Day

Visitors

  • 124,489 People

%d bloggers like this: