Business Consolidation

May 11, 2011 at 2:47 pm 1 comment

Ketika organisasi bisnis memperoleh kendali atas satu atau lebih perusahaan lain maka logis jika timbul anggapan bahwa laporan keuangan yang mengkombinasikan hasil operasi perusahaan induk dan anak akn lebih memberikan informasi yang berguna.  Untuk tujuan akuntansi inilah kemudian terbit SFAS Nomor 94 tentang “Penyajian Tunggal”.

SFAS Nomor 94
Bahwa perusahaan anak yang dimiliki secara mayoritas harus dikonsolidasikan, kecuali perusahaan induk terhalangi dari melakukan pengendalian atau kendali yang diharapkan hanya sementara.

ARB No. 51 kemudian memuat kriteria penyiapan laporan keuangan konsolidasi mula-mula yang digambarkan sebagai berikut  :

1.  Parent-subsidiary relationship
Perusahaan induk harus memiliki setidaknya 51% perusahaan anak.

2.  Control
Perusahaan induk melakukan kendali atas perusahaan anak (tidak sedang dalam reorganisasi hukum di bawah pengadilan).

3.  Maintenance of Control
Perusahaan induk merencanakan untuk mempertahankan kendali atas perusahaan anak dalam jangka panjang (bukan untuk dijual).

4.  Approximate fiscal years
Tahun fiskal unit harus dekat (93 hari) atau penyesuaian harus dibuat untuk menggambarkan tanggal penutupan yang serupa.

.

PRINSIP LAPORAN KONSOLIDASI

Dalam penyiapan laporan keuangan konsolidasi, dua prinsip yang bertolakbelakang berlaku  :

1.  Orientasi neraca  :  Can not owe or own it self
Untuk menghapuskan seluruh aktiva musti diimbangi dengan penghapusan kewajiban (piutang perusahaan induk dieliminasi terhadap utang perusahaan anak).

2.  Orientasi laporan laba rugi  :  Can not make a profit by selling to it self
Seluruh penjualan dan keuntungan antarperusahaan dieliminasi.

.

KONSEP PENGENDALIAN

Pengendalian didefinisikan sebagai kekuatan sebuah entitas untuk memerintahkan arah manajemen dan kebijakan operasi serta keuangan entitas lain.  Pengendalian biasanya dianggap ada ketika perusahaan induk memiliki, baik langsung maupun tidak, mayoritas saham berhak suara perusahaan anak.

SFAS Nomor 94 mengatur kriteria pengecualian yang mengindikasikan ketidakmampuan perusahaan induk mengendalikan perusahaan anak.
1.  Perusahaan anak dalam kebangkrutan atau reorganisasi hukum,
2.  Terdapat kaitan hubungan dengan pemerintah yang membebankan ketidakpastian.

Exposure draft
Consolidated and Financial Statements  :  Policy and Procedures diterbitkan berdasarkan memorandum diskusi tahun 1991 tentang kebijakan dan prosedur konsolidasi.  FASB mengeluarkan pernyataan bahwa “kendali atas sebuah entitas” bermakna entitas yang mengendalikan memiliki potensi jasa masa depan bagi entitas yag mengendalikan dan harus dikonsolidasikan.

Modified Exposure Draft
Pada akhir 2000, FASB meninjau ulang pendekatannya di masa lalu dan menetapkan 4 (empat) langkah pendekatan modifikasi untuk menilai apakah konsolidasi diperlukan atas pihak yang memiliki hubungan keuangan dengan entitas lain.
1.  Is the entity a special purpose entity and is it a transferor or its affiliate?  (Use SFAS Nomor 140 Criteria)
2.  Are the permitted activities and powers of the entity significantly linked?  If not the presumption of control exists.
3.  Are powers limited?  Can the party change the entity’s purpose?
4.  If step 3 does not require consolidation, assess whether variable interest are significant.

.

SFAS Nomor 140
Pentransfer menyerahkan kendali atas aset yang ditransfer jika seluruh konsolidasi terpenuhi  :
1.  Aset yang ditransfer telah terpisah dari transferor,
2.  Masing-masig transferee memiliki hak untuk menjaminkan atau menukar aset yang diterima dan tidak ada kondisi yang dapat menghambat transferee untuk mengambil keuntungan dari hal tersebut,
3.  Transferor tidak mempertahankan kendali efektif dari aset yang ditransfer dengan membuat perjanjian untuk memebeli kembali atau menebus aset tersebut.

TEORI KONSOLIDASI

Terdapat 2 (dua) teori konsolidasi terkemuka yakni entity theory dan parent company theory dimana masing-masing teori memiliki filosofi unik mengenai sifat dan tujuan laporan keuangan konsolidasi.  Praktik saat ini mempertahankan elemen-elemen kedua teori.  Beams menggambarkan konsep paduan yang mendasari teori dan praktik konsolidasi saat ini sebagai contemporary theory.

1.  Entity Theory
Menurut teori ini, kelompok yang dikonsolidasikan adlah sebuah entitas yang terpisah dari pemiliknya.  Penekanan ada pada pengendalian kelompok operasi entitas hukum sebagai unit tunggal sehingga aktiva dan pendapatan investasi yang diperoleh menjadi milik entitas gabungan.

2.  Parent Company Theory
Menurut teori ini, pemegang saham perusahaan induk dipandang sebagai unit yang memiliki kepentingan kepemilikan dalam aktiva bersih kelompok yang digabungkan.  Laporan keuangan yang dihasilkan menggambarkan perspektif perusahaan induk.

.

KEPENTINGAN MINORITAS

Ketika sebagain saham perusahaan anak dimiliki oleh investor di luar perusahaan induk, kepentingan hak milik ini disebut sebagai minority interest.  Kepentigan minortas harus mengukur status keuangannya dari perusahaan anak, bukan dari perusahaan induk atau kelompok konsolidasi.

ARB Nomor 51 dan SFAS Nomor 94 tidak memberi definisi kepentingan minoritas dan tidak menggambarkan bagaimana harus diperlakukan dalam laporan keuangan.  Dalam praktiknya, kepentingan minoritas dicatat dalam berbagai cara, yakni  :
1.  diungkapkan sebagai kewajiban,
2.  disajikan secara terpisah antara kewajiban dan ekuitas pemegang saham,
3.  diungkapkan sebagai bagian dari ekuitas pemegang saham.
Namun demikian, kepentingan yang mengendalikan tidak sesuai dengan definisi kewajiban dalam SFAC Nomor 6 sehingga tidak ad dasar teoritis yang ditetapkan untuk melaporkan kepentingan minoritas sebagai utang.

SFAC Nomor 6
Kewajiban adalah kemungkinan pengorbanan manfaat ekonomi di masa yang akan datang dari kewajiban saat ini untuk mentransfer atau memberikan jasa sebagai hasil transaksi masa lalu.

Selanjutnya istilah minority interest tidak dipergunakan lagi dan diganti dengan noncontrolling interest in subsidiaries sesuai dengan exposure draft 1999.  Selain itu sesuai dengan SFAS Nomor 6 mengenai instrumen keuangan kompleks, kepentingan yang tidak mengendalikan akan dilaporkan dalam neraca konsolidasi sebagai komponen ekuitas yang terpisah.  (blog.kampuskeuangan)


Entry filed under: accounting theory. Tags: , , , , .

Dampak Masif Korupsi terhadap Eksistensi Negara Bangsa Sistem Akuntansi Utang Pemerintah

1 Comment Add your own

  • 1. muhammadsholich  |  August 2, 2011 at 1:53 am

    Kang, mau tanya. Dalam Grup sebuah perusahaan kan ada induk dan anak-anak. Bagaimana mendeteksi laporan parsial antar-anak perusahaan? Laporan itu kan tidak dipublikasikan. Padahal antar-anak perusahaan operasi perusahaan saling berhubungan dan beberapa perusahaan bahkan seperti udah menyatu.

    misal dua anak perusahaan berlokasi usaha pada tempat yang sama usaha yang sama. tentunya sangat sulit sekali dibedakan.

    kedua bagaimana konsolidasi terhadap anak usaha yang sedang “diperebutkan”. si anak ini ikut siapa?

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


The Shining Moon

Categories

Quotes of The Day

Visitors

  • 124,489 People

%d bloggers like this: