Perencanaan Audit Kinerja

May 17, 2011 at 3:52 am 2 comments


diresume oleh  :  Nurfita Kusuma Dewi

Ada dua pertanyaan penting yang harus dijawab oleh auditor sebelum melaksanakan audit, yakni  :
(a)  Apa kegiatan utama dari entitas yang diaudit?
(b)  Bagaimana cara memperoleh informasi tersebut secara lengkap dalam waktu yang singkat?
Jawaban kedua pertanyaan ini penting untuk membuat peta jalan (road map) yang dapat menuntun tim dalam memasuki tahap audit selanjutnya.

PEMAHAMAN ENTITAS
Penting untuk mempertajam tujuan audit, mengidentifikasi isu-isu kritis, dan menghindari dihasilkannya temuan yang misleading sehingga audit dapat dilaksanakan lebih ekonomis, efisien, dan efektif.

a.  Entry Meeting
Diskusi dengan manajemen entitas yang diaudit guna membangun kesamaan persepsi.

b.  Informasi yang Diperlukan

(i)  Gambaran umum entitas
Segala informasi terkait yang dapat memberikan gambaran umum secara utuh mengenai entitas.  Dalam pemeriksaan kinerja, auditor harus memberikan perhatian yang lebih besar pada peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagai landasan kegiatan operasi organisasi publik.

(ii)  Pemahaman atas input, proses, dan output
Auditor memahami proses pelayanan yang diberikan oleh entitas, sumber daya yang digunakan (input), dan produksi (proses) untuk menghasilkan barang atau jasa (output).  Pemahaman akan sasaran pokok ini akan memudahkan auditor untuk mengidentifikasi permasalahan dan akibat yang akan timbul.

(iii)  Informasi lain
Hasil audit yang lalu dan hasil reviu dapat menjadi sumber informasi yang sangat berguna.  Informasi ini juga menghindarkan auditor dari pekerjaan yang tidak diperlukan pada saat pengujian terinci sehingga dapat lebih fokus pada permasalahan yang belum dapat diatasi auditor sebelumnya.

Salah satu cara yang dilakukan auditor untuk memahami entitas adalah dengan memahami SPI.  Pengendalian internal yang dimaksud oleh SPKN mengacu pada konsep COSO.  Tujuan pengendalian internal meliputi  :
(a)  efektivitas dan efisiensi operasi
(b)  kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundangan
(c)  keandalan laporan keuangan

Adapun komponen SPI adalah  :
(a)  control environment
(b)  risk assessment
(c)  control activities
(d)  information and communication
(e)  monitoring


c.  Prosedur dan Teknik Pengumpulan Informasi
Berkaitan dengan teknik audit (to observ, to calculate, vouching, etc)

d.  Cara Penyajian Informasi
Setelah informasi diringkas, dipadukan, dan didiskusikan dengan pejabat yang tepat maka hasil pengumpulan informasi disajikan  dalam beberapa bentuk.  Beberapa jenis model penyajian antara lain  :

(i)    Financial accounting model  (neraca dan income statement)
(ii)  Organization chart model (susunan organisasi)
(iii)  Flowchart model (hubungan manusia dan pekerjaan dalam matriks)
(iv)  Control system model (unsur dasar kegiatan dan kaitan dengan SPI)
(v)   Input-process-output model (urutan proses dan perbandingannya dengan standar)

e.  Panduan dalam Memilih Cara Menguraikan Informasi
Tidak ada cara terbaik atau terburuk.  Cara terbaik adalah memilih metode yang paling sesuai dengan kondisi dan situasi di lapangan.
(i)     Uraian tertulis lebih tepat untuk menyampaikan analitis.
(ii)    Fotokopi untuk informasi yang tidak memerlukan banyak penjelasan.
(iii)  Rekaman  menghindari kealpaan dan waktu yang ada singkat.
(iv)  Potret untuk menggambarkan tata urutan dan disajikan langsung dalam laporan audit.

f.  Laporan atas Pemahaman Entitas dan Lingkungannya

(i)  Tujuan Entitas
Secara umum dan komprehensif, baik dalam bentuk finansial maupun nonfinansial.  Auditor harus mewaspadai adanya tujuan entitas yang saling bertentangan sehingga mempengaruhi kemampuan entitas dalam mencapai tujuannya.

(ii)  Hubungan Akuntabilitas
Baik secara internal maupun eksternal.

(iii)  Sumber Daya
Sumber daya material, sumber daya keuangan, dan sumber daya manusia.

(iv)  Proses Manajemen

(v)  Tujuan Kinerja

(vi)  Program dan Operasi

(vii)  Lingkungan Eksternal

.

IDENTIFIKASI AREA KUNCI
Tahap identifikasi area kunci merupakan tahap yang paling kritis dan menentukan dalam pelaksanaan audit kinerja.  Pemilihan area kunci harus dilakukan mengingat luasnya bidang, program, dan kegiatan pada entitas yang diaudit sehingga tidak mungkin melakukan audit di seluruh area entitas.

a.  Pengertian Area Kunci
Area kunci merupakan area atau kegiatan yang dilaksanakan oleh auditee, yang sangat menentukan tingkat keberhasilan atau kegagalan kinerja auditee yang bersangkutan.

b.  Manfaat Identifikasi Area Kunci
Penggunaan sumber daya audit secara lebih efisien dan efektif karena dapat fokus pada area audit yang memiliki nilai tambah maksimum.

c.  Pendekatan untuk Identifikasi Area Kunci
Penentuan area kunci dapat dilakukan berdasarkan selection factors, yakni  :

(i)  Risk-based audit approach
Suatu pendekatan dengan menggunakan analisis risiko untuk menentukan area penting yang seharusnya menjadi fokus audit.  Dalam audit kinerja, risiko lebih ditekankan pada risiko yang ditanggung manajemen terkait dengan aspek ekonomi, efisiensi, dan efektivitas.  SPI yang lemah atas suatu program/kegiatan menunjukkan adanya risiko yang tinggi.

Beberapa hal yang dapat digunakan untuk menilai kemungkinan terjadinya risiko manajemen adalah  :
(a)  Pengeluaran signifikan di bawah atau di atas anggaran
(b)  Tidak tercapainya tujuan yang telah ditetapkan
(c)  Tingginya mutasi pegawai
(d)  Ekspansi program secara mendadak
(e)  Hubungan tanggung jawab yang tumpang tindih, dll.

(ii)  Signifikansi
Bergantung pada apakah suatu kegiatan dalam suatu area audit secara komparatif memiliki pengaruh yang besar terhadap kegiatan lainnya dalam objek audit secara keseluruhan.

(iii)  Dampak audit
Nilai tambah yang diharapkan dari audit tersebut yakni suatu perubahan dan perbaikan yang dapat meningkatkan 3E.

(iv)  Auditabilitas
Kemampuan audit untuk melaksanakan audit sesuai dengan standar profesi.

Dalam memutuskan hal tersbeut, auditor dapat mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut  :
(a)  Sifat kegiatan yang tidak memungkinkan untuk diaudit,
(b)  Auditor tidak memiliki keahlian yang disyaratkan,
(c)  Area sedang dalam perubahan yang mendasar,
(d)  Kriteria yang sesuai tidak tersedia untuk menilai kinerja,
(e)  Lokasi pekerjaan lapangan tidak dapat dijangkau (bencana alam).

.

PENETAPAN TUJUAN DAN LINGKUP AUDIT
Tujuan audit berkaitan dengan alasan dilaksanakannya suatu audit.  Sedangkan lingkup audit memberikan batasan bidang atau kegiatan yang akan diaudit, periode waktu yang diaudit, lokasi yang akan dikunjungi, jenis kajian yang akan dilakukan untuk mendukung simpulan, dan jenis investigasi yag akan dilakukan (jika dibutuhkan).  Meskipun sasaran audit telah ditentukan pada tahap penetapan area kunci, namun auditor merasa perlu untuk menentukan apakah audit akan dilakukan terhadap 3E (ekonomi, efisiensi, dan efektivitas), 2E, atau hanya 1E.

a.  Manfaat Tujuan Audit
(i)    Membantu memfokuskan kegiatan pengumpulan bukti audit,
(ii)   Mencapai hasil audit yang diinginkan,
(iii)  Menghasilkan mutu audit yang konsisten,
(iv)  Menjadi ukuran atas mutu audit kinerja yang harus ditunjukkan pada akhir audit.

b.  Proses Penetapan Tujuan Audit
Proses penetapan tujuan audit kinerja berbeda dengan audit keuanga.  Tujuan audit keuangan adalah menguji asersi manajemen dengan periode penyajian laporan keuangan.  Dengan demikian, dalam perencanaan audit keuangan auditor tidak perlu menentukan tujuan audit.

Pada audit kinerja, penerapan tujuan audit diawali dengan menetapkan tentative audit objective (TAO) berdasarkan informasi umum yang diperoleh pada saat pemahaman entitas.  Apabila auditor telah mengidentifikasi aspek manajemen atau bidang pada auditee yang mempunya kelemahan dan perlu dilakukan pengujian lebih lanjut, maka TAO disempurnakan menjadi FAO (firm audit objective).  Dengan adanya FAO maka pengumpulan bukti dpat dilaksanakan dengan lebih murah, mudah, dan terarah.

c.  Keseimbangan 3E dalam Audit
TAO dapat berupa evaluasi kinerja manajemen dengan aspek 3E secara umum atau luas.  Sedangkan dalam FAO, auditor dapat memilih salah satu dari 3 aspek tersebut untuk dilakukan pengujian terinci.  National Audit Office of United Kingdom (BPK Inggris) memberikan uraian mengenai kelebihan dan kekurangan setiap jenis tujuan audit kinerja seperti tampak dalam gambar berikut  :

d.  Contoh Tujuan Audit
Tujuan audit harus menjelaskan secara ringkas alasan, manfaat, dan dampak yang akan ditimbulkan oleh pelaksanaan audit.  Beberapa contoh alasan dilakukannya audit adalah sebagai berikut  :
(i)  Ada ketidakhematan atau ketidakefisienan atas penggunaan sumber daya yang tersedia.
(ii)  Tujuan yang sudah ditetapkan tidak tercapai
(iii)  Adanya alternatif lain yang lebih baik dalam pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.
(iv)  Adanya penggunaan sumber daya secara tidak saha.
(v)  Adanya penyimpangan dari peraturan perundang-undangan.
(vi)  Sistem akuntansi dan laporan keuangan yang kurang baik.

e.  Pernyataan Lingkup Audit
Audit limitation sangat penting dilakukan untuk menghindari terjadinya kesalahpahaman atau harapan yang berlebihan dai para pengguna laporan terhadap hasil audit.  Pada umumnya lingkup audit kinerja memuat pernyataan sebagai berikut  :
(i)  Luasnya tujuan audit yang akan dilakukan
(ii)  Permasalahan yang akan diperiksa (3E, 2E, atau 1E)
(iii)  Waktu yang diperlukan dalam audit dan besarnya sampel yang akan diambil.

f.  Hal-hal yang Diperhatikan dalam Penentuan Lingkup Audit
(i)     Memanfaatkan informasi dari tahap audit sebelumnya
(ii)   Menyesuaikan lingkup audit (perubahan harus dibicarakan dengan manajemen terkait informasi awal yang kurang akurat atau kurang lengkap)
(iii)  Menggunakan pertimbangan profesional (untuk audit yang lebih khusus, berkaitan dengan perancangan prosedur audit dalam rangka mencapai tujuan audit)
(iv)  Mempertimbangkan karakteristik objek audit sebagai penentu periode waktu audit.

.

PENETAPAN KRITERIA AUDIT
Keunikan dan tantangan terberat dalam audit kinerja adalah menetapkan kriteria audit.  Dalam audit laporan keuangan, kriteria audit sudah dibakukan dalam SAP.  Sedangkan dalam audit kinerja, kriteria untuk setiap tujuan audit adalah spesifik.  Ketika auditee telah memiliki kriteria maka harus diuji, sedangkan dalam hal auditee belum memiliki kriteria auditor harus membangun kriteria tersebut.  Kelemahan dalam penetapan kriteria akan sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan audit dan pemberian rekomendasi kepada auditee.

a.  Kriteria Audit
Standar, ukuran, harapan, dan praktik terbaik yang seharusnya dilakukan atau dihasilkan oleh entitas yang diaudit.

b.  Kriteria Proses VS Kriteria Hasil
Penilaian proses dan hasil hanya dapat dilakukan dengan baik apabila sudah tersedia standar proses kerja, termasuk standar input dan output.  Cara membedakan kedua pendekatan tersebut adalah sebagai berikut  :
(i)  Apakah auditee telah bekerja dengan cara yang benar?
Jawaban pertanyaan ini mengarah pada penggunaan sumber daya dan proses kerja auditee.
(ii)  Apakah auditee telah mencapai hasil yang benar?
Jawaban pertanyaan ini mengarah pada hasil kerja auditee.

Meskipun dalam setiap tujuan audit dapat digunakan dua jenis kriteria (proses dan hasil), namun dalam praktiknya penerapan kriteria proses dan kriteria hasil dalam audit dilakukan sessuai kebutuhan, yakni dapat digunakan salah satu dan dapat pula secara bersamaan.

c.  Penerapan Kriteria
Penetapan kriteria proses dan kriteria hasil dikaitkan dengan tujuan audit sebagai berikut  :

(i)  Pada audit kinerja
Kriteria proses berkaitan dengan cara kerja dan sumber daya yang seharusnya digunakan dalam proses pekerjaan.  Kriteria hasi berkitan dengan tercapainya 3E sesuai dengan standar yang ditetapkan.

(ii)  Pada audit keuangan
Kriteria proses berkaitan dengan stadar, cara kerja, dan pengguanaan sumber daya untuk menghasilkan informasi yang benar dalam rangka pengambilan keputusan.  Kriteria hasil diwujudkan dalam bentuk informasi yang benar dan dapat dipercaya sebagai bahan pengambilan keputusan.

(iii)  Pada audit kepatuhan
Kriteria proses berkaitan dengan penggunaan cara-cara dan penggunaan sumber daya yang dapat menjamin terpenuhinya ketaatan atas kriteria hasil.

d.  Pengukuran 3E


e.  Karakteristik Kriteria Audit
Kriteria yang tepat adalah kriteria yang sesuai dengan karakteristik khusus darii entitas yang diaudit.  Auditor harus meyakini bahwa kriteria yang digunakan sesuai untuk menilai dan mengevaluasi kegiatan yang dilakukan.
(i)    Dapat dipercaya
(ii)   Objektif
(iii)  Berguna
(iv)  Dapat dimengerti
(v)   Dapat diperbandingkan
(vi)  Kelengkapan
(vii) Dapat diterima

.

IDENTIFIKASI BUKTI AUDIT
Bukti audit adalah informasi yang dikumpulkan dan digunakan untuk mendukung temuan audit.  Pengidentifikasian meliputi jenis bukti yang akan digunakan, sumber bukti baik yang ada di lingkungan internal maupun eksternal organisasi auditee, dan menentukan metodologi pengumpulan bukti yang akan digunakan.  Pemilihan metodologi pengumpulan data yang paling efisien dan efektif juga harus direncanakan secara cermat karena hal ini akan memengaruhi efisiensi dan efektivitas kegiatan audit.

a.  Manfaat Identifikasi Bukti Audit
(i)  Mutu simpulan dan rekomendasi audit sangat bergantung pada bukti-bukti audit.
(ii)  Bukti-bukti audit mempunyai peran yang sangat penting terhadap keberhasilan pelaksanaan audit.

b.  Jenis Bukti Audit
Auditor harus mempertimbangkan tingkat keandalan dan relevansi jenis bukti yang akan dikumpulkan sesuai dengan tujuan dan lingkup audit.
(i)  Bukti fisik  (inspeksi langsung atau observasi-memo, foto, contoh fisik, dll)
(ii)  Bukti dokumenter (surat, kontrak, catatan akuntansi, faktur, dll)
(iii)  Bukti kesaksian (testimonial wawancara, kuesioner, konfirmasi, dll)
(iv)  Bukti analitis (analisis ratio, tren, oika dara, benchmarking, dll).

c.  Sumber Bukti Audit
(i)    Internal entitas yang diperiksa
(ii)   Eksternal entitas yang diaudit
(iii) Sumber-sumber lain

d.  Kecukupan, Kompetensi, dan Relevansi Bukti Audit
Pada tahap survei pendahuluan, bukti yang diutamakan adalah bukti yang relevan.  Pada tahap ini, syarat kecukupan dan kompetensi bukti tidak terlalu dipentingkan.  Sedangkan pada tahap pengujian terinci, bukti yang dikumpulkan harus cukup, kompeten, dan relevan.

(i)   Kecukupan (kuantitas)
Suatu bukti diakatakan cukup bila jumlah bukti yang diperoleh untuk meyakinkan validitas dan keandalan temuan audit.
(ii)  Kompetensi (konsisten dengan fakta, sah atau valid)
(iii) Relevan (jelas)
Hubungan yang logis dan masuk akal dengan tujuan dan kriteria audit.

.

PENYUSUNAN LAPORAN SURVEI PENDAHULUAN
Laporan survei pendahuluan adalah laporan yang diterbitkan mendahului atau sebelum laporan audit akhir diterbitkan.  Identifikasi masalah dan informasi yang diperoleh selama survei pendahuluan akan digunakan untuk menyusun program pengujian terinci.

Laporan survei pendahuluan tidak dikenal dalam audit laporan keuangan karena dalam audit laporan keuangan, laporan audit hanya dibuat satu kali saat audit selesai.  Dalam audit kinerja, penyusunan laporan survei pendahuluan menentukan apakah audit akan dilanjutkan ke tahap pengujian terici atau hanya cukup sampai pada tahap survei pendahuluan.  Jika diputuskan untuk tidak melanjutkan ke tahap pengujian terinci, hasil survei pendahuluan dapat dilaporkan kepada entitas yang diaudit.

a.  Manfaat Laporan Survei Pendahuluan
(i)   Memberikan penilaian/pertimbangan megenai perlu atau tidaknya melanjutkan ke tahap pengujian terinci.
(ii)  Menyampaikan alasan dan simpulan apaabila pengujian terinci tidak direkomendasikan.
(ii)  Membantu penyusunan program pengujian terinci.
(iv) Mengumpulkan, mengorganisasikan, serta menganalisis data dan informasi yang telah diperoleh dari tahap audit sebelumnya.

b.  Unsur Laporan Survei Pendahuluan
(i)   Tujuan survei pendahuluan
(ii)  Penjelasan kegiatan.program entitas yang diaudit
(iii) Risiko audit
(iv) Hasil penelaahan SPI
(v)  Hasil penelaahan peraturan perundang-undangan
(vi) Identifikasi kriteria audit
(vii) Identifikasi masalah yang perlu ditindaklanjuti dengan pengujian terinci
(viii) Usulan apakah audit akan dilanjutkan atau tidak.

.

PENYUSUNAN PROGRAM PENGUJIAN TERINCI
Pembuatan program pengujian terinci merupakan titik kulminasi dalam tahap perencanaan audit kinerja.  Pada prinsipnya, istilah program pengujian terinci memiliki pengertian yang sama dengan program audit.  Program pengujian terinci memuat hubungan antara tujuan audit dan langkah-langkah untuk mencapai tujuan tersebut.

a.  Tujuan dan Manfaat
(i)   Menetapkan hubungan yang jelas antara tujuan audit, metodologi audit, dan kemungkinan-kemungkinan pekerjaan lapangan yang harus dikerjakan.
(ii)  Mengidentifikasi dan mendokumentasi prosedur-prosedur audit yang harus dilaksanakan.
(iii)  Memudahkan supervisi dan review.
(iv)  Membantu dalam pengumpulan bukti yang cukup, dapat diandalkan, dan relevan untuk mendukung opini/pernyataan pendapat atau simpulan audit serta mencapai tujuan audit.

b.  Program, Teknik, dan Prosedur

(i)  Program audit adalah pedoman dalam tahap pelaksanaan audit yang menjabarkan prosedur terinci untuk melaksanakan audit.
(ii)  Teknik audit mengacu pada teknik yang digunakan auditor untuk mengumpukan data (review, wawancara, kuesioner, analisis data, observasi fisik)
(iii)  Prosedur audit adalah langkah pengujian, instruksi, dan rincian yang termasuk dalam program audit untuk dilaksanakan secara sistematis dan masuk akal.

c.  Langkah-langkah Penyusunan Program Pengujian Terinci
(i)  Memahami istilah baku
(ii)  Menetapkan pendekatan audit
(iii) Memfokuskan pada pembuktian kriteria audit yang telah ditetapkan
(iv)  Menetapkan prosedur audit yang tepat
(v)  Menetapkan format program audit.

Setelah tahap perencanaan audit kinerja ini dilakukan oleh auditor, maka tahap selanjutnya adalah pelaksanaan audit kinerja.  (blog.kampuskeuangan)

.

Sumber  :
Rai, I Gusti Agung.  Audit Kinerja pada Sektor Publik. 2010. Jakarta : Salemba Empat.

Entry filed under: audit. Tags: .

Sistem Akuntansi Utang Pemerintah Gratifikasi

2 Comments Add your own

  • 1. Hasan Langgeng  |  June 20, 2011 at 8:05 am

    Terimakasih banyak….

    Reply
  • 2. adenrh  |  June 22, 2011 at 5:57 am

    thanks atas inponya, bermanfaat buat tugas kuliah

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


The Shining Moon

Categories

Quotes of The Day

Visitors

  • 124,489 People

%d bloggers like this: