Working Capital

May 19, 2011 at 2:57 pm Leave a comment

Diresume oleh  :  Nurfita Kusuma Dewi

Working capital atau modal kerja didefinisikan sebagai investasi jangka pendek bersih yang dibutuhkan untuk melaksanakan setiap ativitas.  Selama beberapa dekade, pengukuran dan pengungkapan working capital dalam laporan keuangan telah dianggap sebagai fungsi akuntansi yang tepat.  Penggunaan konsep ini dalam analisis keuangan pun diterima dengan hampir tanpa pertanyaan.

Namun dengan perkembangan seperti saat ini bukan berarti bahwa konsep working capital tidak memenuhi masalah serius dalam sejarahnya.  Adapun beberapa kendala yang dihadapi adalah  :
1.  Ketidakkonsistenan pengukuran berbagai macam komponen modal kerja,
2.  Perbedaan opini atas unsur modal kerja,
3.  Kekurangtepatan pengertian beberapa istilah yang terlibat dalam pendefinisian unsur-unsur modal kerja, misal likuiditas dan current. .

SEJARAH PERKEMBANGAN

a.  Awal Abad XX  :  Fixed Capital VS Circulating Capital
Konsep working capital diawali dengan keputusan pengadilan tentang legalitas dividen di Inggris Raya yang mendorong untuk mendefinisikan  :
(i)  Modal tetap : uang dibelanjakan yang habis dalam sekali untuk semua hal.
(ii)  Modal beredar : item saham yang diperjualbelikan, dibagi, dan dipergantikan dengan item yang serupa dalam praktik bisnis biasa.

Kritik  : Definisi ini tidak serta merta diterima oleh profesi akuntan dan memberikan perhatian lebih pada metode double entry system yang membagi neraca menjadi dua bagian secara horizontal.

b.  Awal Abad XX  :  Konsep Likuiditas
Dasar pengklasifikasian aset berdasarkan konsep likuiditas yang menyajikan laporan keuangan berdasarkan solvabilitas jangka pendek perusahaan.  Meskipun mendapatkan kritik, namun konsep likuiditas terus mendpatkan penerimaan diantara para akuntan dan pengguna laporan keuangan. 

Kritik  : Skema ini bertentangan dengan konsep going-concern.

c.  Paton  :  Fixed VS Current
Paton, salah satu pendukung konsep likuiditas, mencatat bahwa  :
–  panjang hidup
–  tingkat penggunaan
–  metode konsumsi merupakan faktor penting dalam membedakan aset tetap dan aset lancar.

Aktiva tetap  :
–  Berada di perusahaan dalam 2 periode atau lebih,
–  Biaya dibebankan dalam banyak periode,
–  Digunakan sepenuhnya untuk memberikan serangkaian layanan yang sama.

Aktiva lancar  :
–  Berada di perusahaan dalam waktu singkat,
–  Biaya dibebankan dalam periode yang cepat,
–  Digunakan untuk dikonsumsi.

d.  AICPA Tahun 1936  :  Kreditor VS Investor
AICPA ketika mengetahui adanya perbedaan sudut pandang antara kreditor dan investor melakukan modifikasi atas pandangan terhadap working capital.

Pada dasarnya kreditor lebih tertarik pada likuiditas bisnis perusahaan dan sifat serta kecukupan working capital, karena rincian aset lancar dan kewajiban lancar buat mereka lebih penting daripada detail aset nonlancar dan kewajiban nonlancar.  Kreditor juga tertarik pada pendapatan karena kemampuan untuk membayar kembali utang tergantung pada laba perusahaan.  Sedangkan investor sendiri pada umumnya mengakui bahwa kapasitas pendapatan sangat penting dan akun pendapatan sama pentingnya dengan neraca.

e.  Pada 1940-an  :  Konsep working capital sebagai basis likuiditas
Modal kerja sebagai basis untuk menentukan likuiditas telah ditetapkan meskipun terdapat beberapa ketidaksetujuan atas ketepatan makna.

Kebingungan berpusat pada bagaimana mengidentifikasi aset lancar dan apakah klasifikasi harus didasarkan pada ietm-item yang akan dikonversi menjadi kas?

Pada saat itu, aturan 1 tahun akhirnya digunakan sebagai dasar untuk mengklasifikasikan aset lancar dan nonlancar.

f.  Kritik Anson Herrick
Aston berfokus pada perbedaan dalam penyiapan laporan untuk tujuan kredit dan investasi serta mencatat beberapa ketidakkonsistenan dalam praktik.  Misal  :  Persediaan dimasukkan dalam kelom aset lancar meskipun peredarannya bisa melebihi satu tahun dan tidak memasukkan utang usaha yang memiliki jatuh tempo melebihi satu tahun setelah tanggal neraca.

Tidaklah logis untuk mengadopsi praktik yang mungkin menghasilkan perbedaan substansial antara jumlah aset yang dilaporkan dan yang ditunjukkan, jika laporan dipersiapkan beberapa hari lebih awal atau lebih lambat.

Sebagai pengganti aturan satu tahu, Herrick mengajukan siklus operasi sebagai dasar untuk mengklasifikasikan aset sebagai lancar.  Perbedaan didasarkan pada kontras substansi ekonomi aset sebagai modal tetap atau beredar.

g.  Pada 1947  :  CAP menerbitkan ARB Nomor 30
Ketika Herrick menjabat sebagai anggota komite, CAP menerbitkan ARB Nomor 30 yang mendefinisikan  :

Aset lancar sebagai sumber daya yang diharapkan dapat dicairkan ke kas atau dijual atau dikonsumsi selama siklus operasi bisnis normal.

Kewajiban lancar didefinisikan sebagai hutang atau obligasi yang likuiditas atau pembayarannya memerlukan sumber daya yang diklasifikasikan sebagai aset lancar atau penciptaan kewajiban lancar lainnya.

Komite juga menetapkan satu tahun sebagai dasar untuk mengklasifikasikan apabila siklus operasi lebih pendek dari satu tahun.

.

CURRENT USAGE

Konsep working capital memerlukan informasi yang berguna dengan memberikan indikator likuiditas entitas dan derajat perlindungan kepada kreditor jangka pendek.

Secara spesifik, penyajian working capital dapat dikatakan sebagai tambahan untuk aliran informasi kepada pengguna laporan keuangan dengan  :
1.  Mengindikasikan jumlah margin atau buffer yang tersedia terhadap obligasi lancar,
2.  Menyajikan aliran aset lancar dan kewajiban lancar dari periode sebelumnya,
3.  Menyajikan informasi sebagai dasar perkiraan arus masuk atau keluar di masa depan.

.

KOMPONEN WORKING CAPITAL

Current Asset

a.  Cash
Pengukuran akurat dari kas sangat penting karena sebagian besar pengukuran akuntansi didasarkan pada arus kas yang sebenarnya atau yang diharapkan masuk dan arus keluar.  Mengukur kas biasanya tidak hanya meliputi kas di tangan dan di bank, tetapi juga kertas negotiable formal, seperti cek pribadi, cek aksir, dan bank draft.  Jumlah uang tunai yang diungkapkan sebagai aktiva lancar harus tersedia untuk digunakan saat ini dan tidak tunduk pada pembatasan.

Predikasi arus kas masa depan penting untuk investor, kreditur, dan manajemen untuk memungkinkan kelompok ini menentukan  :
(i)   Ketersediaan uang tunai untuk memenuhi kewajiban jatuh tempo,
(ii)  Ketersediaan uang tunai untuk membayar dividen,
(ii)  Jumlah dari idle cash yang aman diinvestasikan untuk penggunaan masa depan.

b.  Cash Equivalent
SFAS Nomor 95 mendefinisikan setara kas sebagai investasi jangka pendek yang memenuhi dua kriteria sebagai berikut  :
(i)  Siap dikonversi menjadi sejumlah kas,
(ii)  Cukup dekat dengan tanggal jatuh tempo sehingga nilai pasarnya relatif tidak sensitif terhadap perubahan suku bunga.

c.  Temporary Investment
Investasi yang diklasifikasikan sebagai aktiva lancar harus berharga dan dimaksudkan untuk dikonversi menjadi kas dalam satu siklus operasi atau setahun (mana yang lebih lama).

Tiga metode alternatif untuk pelaporan investasi jangka pendek telah diperdebatkan, yakni  :
(i)  Metode biaya historis, laporan investasi sementara di harga perolehan sampai pelepasan.
(ii)  Nilai pasar, disesuaikan untuk mencerminkan perubahan ke atas dan ke bawah nilai dan perubahan ini dilaporkan sebagai keuntungan atau kerugian pada laporan laba rugi.
(iii)  Metode LOCOM, didefinisikan hanya melaporkan ke bawah penyesuaian nilai investasi sementara.

SFAS Nomor 12 “Accounting for Certain Marketable Securities”, efek ekuitas berharga yang diklasifikasikan sebagai aktiva lancar adalah untuk dinilai pada biaya keseluruhan atau nilai pasar (mana yang lebih rendah) pada tanggal neraca.

SFAS nomor 115 “Accounting for Certain Investments in Debt and Equity Securities” mengharuskan perusahaan untuk mengklasfikasikan ekuitas dan efek utang ke salah satu dari tiga kategori berikut  :
(i)  Trading  :  efek yang dimiliki untuk dijual kembali.
(ii)  AFS         :  efek yang tidak diklasifikasikan sebagai efek yang diperdagangkan dan yang dimiliki hingga jatuh tempo surat berharga.
(iii)  HTM      :  efek yang dimaksudkan untuk dimiliki hingga tanggal jatuh tempo.

d.  Receivable
Istilah piutang meliputi berbagai klaim yang diselenggarakan terhadap oranglain.  Piutang diklasifikasikan dalam dua kategori untuk penyajian laporan keuangan  :  (i)  piutang usaha, dan (2)  di luar usaha piutang.

Dalam rangka untuk barang yang akan diklasifikasikan sebagai piutang, baik jumlah yang akan diterima dan tanggal jatuh tempo diharapkan harus tunduk pada estimasi yang wajar.  Bisnis menjual pada kredit untuk meningkatkan penjualan, tetapi ketika kredit diperpanjang maka kerugian tidak terbayarnya piutang selalu terjadi.

Setelah bisnis memutuskan untuk menjual secara kredit, mungkin catatan kredit macet oleh salah satu prosedur berikut  :
(i)  Piutang tidak tertagih dicatat saat kerugian ditemukan (direct write-off method),
(ii)  Piutang tidak tertagih diperkirakan pada tahun penjualan (allowance).

Untuk allowance bisa dialokasikan berdasarkan annual sales atau outstanding accounts receivable balance —  Under the provisions of SFAS Nomor 114 “Accounting by Creditor for the Impairment of a Loan”.

e.  Inventories
Penilaian persediaan sangat penting karena  :
(i)  persediaan umumnya merupakan bagian terbesar dari aktiva lancar, akibatnya mereka memiliki dampak yang signifikan terhadap penentuan modal kerja dan posisi saat ini,
(ii)  penilaian persediaan yang memiliki dampak besar dan langsung terhadap jumlah yang dilaporkan dari laba bersih.

f.  Prepaids
Item dibayar di muka adalah hasil dari rekaman masa manfaat yang diharapkan dari layanan yang akan diterima.  Dibayar dimuka bukan merupakan aktiva lancar dalam arian akan dikonversi menjadi uang tunai, melainkan memerlukan penggunaan aktiva lancar selama siklus operasi jika prepaids tidak ada.

.

Current Liabilities

a.  Payables
Pengukuran utang tidak menyajikan kesulitan khusus karena jumlah kewajiban tersebut biasanya ditetapkan oleh transaksi dan melibatkan janji untuk membayar pada tanggal berikutnya.

b.  Defferals
Defferals adalah jenis khusus dari penyelesaian kewajiban yang membutuhkan kinerja pelayanan daripada pembayaran uang (misal, sewa yang ditangguhkan).  Defferals sama dengan biaya dibayar di muka karena umumnya merupakan sisa hasil usaha untuk mengukur jumlah lain.  Penempatan defferals pada neraca sebagai kewajiban saat ini telah dikritik karena bila tidak ada penuntut defferals bukan kewajiban sesungguhnya dalam pengertian umum istilah tersebut.

c.  Current Maturities
Kewajiban dapat dialihkan dari jangka panjang dengan klasifikasi ssat ini dengan berlalunya waktu.  Ketika kewajiban jangka panjang harus pensiun dari dana khusus atau dengan menerbitkan utang jangka panjag tambahan, kewajiban tidak boleh diklasifikasikan sebagai current.

.

MODIFICATION OF WORKING CAPITAL CONCEPT

Jika konsep modal kerja benar-benar menjadi operasional, maka penting untuk memodifikasi bagaimana menunjukkan jumlah dana penyangga aktual yang ada antara kewajiban yang jatuh tempo dan sumber daya yang diharapkan akan digunakan dalam melunasi kewajiban.  Untuk melihat konsep ini dengan jelas, item-item moneter merupakan klaim terhadap jumlah uang tertentu, semua aset lainnya dan utang-utang merupakan nonmeneter.

Penyajian konsep modal kerja moneter akan berisi daftar seperti aset kas, cash equivalent, temporary investment, dan puitang serta daftar kewajiban jangka pendek.  Penyajian ini akan memberi keuntungan  :
(i)  pengukuran yang lebih representatif terhadap likuiditas dan penyangga karena lebih dekat berhubungan dengan arus kas masa datang,
(ii)  memberi informasi lebih tentang aliran nyata, karena hanya item-item yang diharapkan dapat direalisasikan atau diselesaikan dengan transaksi kas akan tercakup di dalamnya, dan
(iii)  meningkatkan kemampuan prediksi karena aliran kas aktual dapat ditelusuri.  (blog.kampuskeuangan)


Entry filed under: audit. Tags: .

Gratifikasi Database Mirroring

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


The Shining Moon

Categories

Quotes of The Day

Visitors

  • 124,489 People

%d bloggers like this: