Database Mirroring

May 23, 2011 at 4:37 am 1 comment

Oleh  :  Nurfita Kusuma Dewi


Database mirroring adalah proses “penduplikatan” database ke tempat lain.  Database mirroring merupakan salah satu bentuk Disaster Recovery Center (DRC) yang mekanismenya menggunakan sinkronisasi file satu arah.  File yang terupdate akan disalin secara real time pada satu atau lebih target lokasi (target location) dari lokasi sumber (source location) namun tidak ada file yang disalin kembali ke lokasi sumber.  Fungsi dari target location adalah untuk menggantikan fungsi source location pada saat mengalami masalah.

Backup data dari database ketika sesuatu permasalahan terjadi tiba-tiba umumnya memerlukan waktu yang lama untuk proses recovery.  Selain itu, data yang tersimpan pun tidak pada posisi state terakhir.  Dalam kondisi seperti inilah sebuah database mirroring diperlukan.  Database mirroring bertujuan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan pada database organisasi, seperti mesin database mengalami crash, sistem hang atau down.

.

CARA KERJA

Database mirroring juga mendukung fasilitas untuk failover sehingga ketika terjadi sesuatu dengan database primary (principal server), organisasi tersebut masih memiliki cadangan di database sekunder (mirror server) Principal dan mirror server berkomunikasi sebagai partner dalam mirroring ini, dan masing-masing mempunyai peran sebagai principal role dan mirror role, walau dimungkinkan juga pada suatu saat peran ini berpindah, yang tadinya mempunyai peran sebagai principal berganti menjadi mirror dan sebaliknya.

Mirroring bisa berjalan dengan cara synchronous ataupun asynchronous.  Model synchronous akan lebih bagus dari sisi konsistensi data karena ketika terjadi transaksi, maka data akan disimpan kedalam 2 partner.  Namun synchronous ini akan menyebabkan peningkatan dalam hal cost latency untuk transaksi.  Sedangkan model asynchronous transaksi akan commit tanpa menunggu server mirror selesai melakukan penulisan data ke database mirror.

.

LETAK
Penempatan source location dan target location umumnya memiliki jarak minimal 60 kilometer dan berada pada kondisi geografis yang berbeda.

.

BIAYA
Untuk menciptakan mirroring system diperlukan biaya yang mahal.  Untuk itu dalam memutuskan apakah mirroring itu diperlukan atau tidak perlu dilakukan sebuah cost and benefit analysis (CBA).

.

KEUTAMAAN
Database mirroring sangat diperlukan pada sistem database yang harus beroperasi secara terus menerus.  Dan saat terjadi kegagalan sistem, potensi kerugian yang ditimbulkan (langsung maupun tidak langsung) sangat besar dan upaya memperbaikinya sangat berat dan lama sehingga melebihi biaya yang diperlukan untuk pembuatan dan pemeliharaan mirroring itu sendiri.

Karena pembangunan mirroring membutuhkan biaya yang besar seperti disebutkan di atas, maka mirroring cocok diimplementasikan untuk sistem dengan database terpusat.  Adapaun syarat utama database terpusat adalah  :
1.  sarana komunikasi/aliran data komunikasi mendukung (bagus),
2.  jenis data termasuk dalam data yang memerlukan update realtime seperti perbankan, imigrasi, atau pun black list beacukai.

.
CONTOH
–  perbankan
–  Modul Penerimaan Negara. (blog.kampuskeuangan)

Entry filed under: management information system. Tags: , , , , , .

Working Capital COSO 1992, Internal Control-Integrated Framework

1 Comment Add your own

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


The Shining Moon

Categories

Quotes of The Day

Visitors

  • 124,489 People

%d bloggers like this: